Jatuhnya Lira Turki Menimbulkan Kekhawatiran Untuk Pasar Negara Berkembang - WSJ

Menurut Wall Street Journal, jatuhnya TRY dalam menghadapi peningkatan tarif AS pada aluminium dan baja menimbulkan ketidakpastian bagi investor di pasar negara berkembang.

Kutipan Utama

"Presiden Trump pada Jumat menggandakan tarif baja untuk Turki karena pemerintahnya memerangi keruntuhan mata uang. Keputusan itu menandai permulaan bagi AS, yang umumnya mencoba menenangkan pasar global selama masa gejolak keuangan di pasar negara berkembang, terutama ketika investor khawatir akan penyebaran.

Trump menaikkan tarif pada impor baja Turki menjadi 50% dan aluminium hingga 20%. Keputusan itu semakin memperdalam jatuhnya lira dan kekhawatiran pasar yang memburuk bahwa mata uang yang lebih lemah dapat memperburuk kerawanan dalam ekonomi, sehingga semakin sulit bagi sektor korporasi yang berutang besar untuk membayar kembali pinjaman dalam dan luar negeri, menempatkan tekanan pada bank-bank negara itu.

Negara-negara seperti Turki yang mengalami gejolak ekonomi biasanya mendapatkan simpati dari seluruh dunia, kata Torsten Sløk, kepala ekonom internasional untuk Deutsche Bank. "Ini agak unik dengan pasar negara berkembang yang tidak hanya menghadapi krisis ekonomi makro domestik tetapi juga konflik politik eksternal dengan pemegang saham utama dari [Dana Moneter Internasional]," katanya.

Para pejabat administrasi Trump mengatakan tarif itu dimaksudkan untuk meningkatkan industri baja dan aluminium domestik. Langkah itu menyusul serangkaian tindakan yang diambil pemerintah dalam beberapa pekan terakhir untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan Turki untuk membebaskan pendeta evangelis AS, Andrew Brunson, yang telah ditahan di Turki atas tuduhan spionase sejak Oktober 2016.

Jika terjadi penyebaran, kemalangan ekonomi Turki kemungkinan akan menghantam tetangga terdekatnya yang paling rapuh dulu, kata beberapa analis pasar. Dampaknya telah dirasakan di Argentina dan Brasil, serta Rusia, tambah Brad McMillan, kepala investasi untuk Commonwealth Financial Network, dalam catatan baru-baru ini kepada investor.

"Penolakan Presiden Trump untuk mengakomodasi Turki adalah departure yang luar biasa dari praktik kebijakan sebelumnya," kata Jack Ablin, kepala investasi di Cresset Wealth Advisors, yang menambahkan bahwa ia akan mengukur tingkat spillover ke pasar negara berkembang lainnya dan bank-bank Eropa.

Lebih dari tiga dekade badai mata uang periodik, seperti anjloknya peso Meksiko awal 1990-an, dan krisis Asia beberapa tahun kemudian, "asumsi pasar yang mendasari adalah bahwa AS akan mencoba untuk membantu" selama periode volatilitas valuta asing yang ekstrim, kata Shahab Jalinoos, kepala strategi mata uang global di Credit Suisse Group. "Sekarang pasar tidak bisa lagi menganggapnya.""

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

TOPIK TERKAIT
  • Turki
  • Asia
  • Bank