Brent Memuncak Menuju Level $60 Per Barrel

Beberapa ketegangan di Timur Tengah menjadi trigger penguatan dari minyak mentah dunia. Presiden Turki Tayyip Erdogan beberapa waktu yang lalu mengancam akan memotong pipa yang membawa minyak dari Irak Utara ke dunia luar, hal ini dilakukan karena terdesak permintaan referendum kemerdekaan atas daerah otonom Kurdi. Ratusan ribu barel minyak datang melalui pipa tersebut setiap harinya. Atas pernyataan tersebut crude oil naik sebanyak 3% dari perdagangan hari sebelumnya.

Saat ini harga Brent sedang diperdagangkan di level harga 58.08 dolar per barrel setelah mengalami tolakan dari level resistance pertama weekly pada kisaran harga 58.50 dolar per barrel. Jika level tersebut berhasil ditembus oleh harga maka target penguatan Brent menuju harga $60 dolar per barrel. Saat ini harga crude oil tipe Brent diperdagangkan di atas high harian pada bulan Februari 2017. Kondisi saat ini mengindikasikan akan terjadi penguatan dari harga crude oil tipe Brent tersebut. Berikut proyeksi pergerakan harga crude oil tipe Brent. 
brentoil

Alpari Research & Analysis menerbitkan ulasan pasar, opini, penelitian, data dan komentarpasar yang umum untuk tujuan pendidikan, informasi dan ilustrasi. Informasi tersebut bukan merupakan rekomendasi atau saran atau penawaran atau permintaan untuk transaksi instrumen keuangan, atau untuk melakukan transaksi yang melibatkan instrumen keuangan atau strategi trading. Tidak ada jaminan hasil kinerja maupun penawaran pengembalian hasil investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua investasi membawa risiko yang dapat menyebabkan hilangnya investasi secara substansial atau menyeluruh. Setiap orang yang menggunakan materi atau informasi yang diberikan oleh Alpari Research & Analysis atau mengakses atau menggunakan situs webnya, kapan saja dan dengan cara apapun, baik secara langsung maupun tidak langsung, mengakui dan menyetujui Syarat dan Ketentuan ini.

TOPIK TERKAIT