Beli, Jual, Pembukaan, Tertinggi, Terendah, Penutupan

Harga Beli dan Jual dihitung dengan menggunakan Data real-time Interaktif. Harga Pembukaan, Tertinggi, Terendah dan Penutupan dihitung dengan menggunakan Data Interaktif pada Waktu yang Diperbarui yang diindikasi dan dengan Frame Waktu yang diindikasi.

Support dan Resistance (S1-S3, R1-R3)

Support dan resistance dihitung dengan menggunakan harga tertinggi dan terendah dari yang sebelumnya

Indeks Tren

Indeks Tren adalah properti indikator tren milik FXStreet. Yang ditujukan untuk mengindikasikan tren bearish atau bullish.

Indeks OB/OS (Indeks overbought / oversold)

Indeks OB/OS adalah properti indikator overbought / oversold milik FXStreet

Classical Pivot Point: S1, S2, S3, R1, R2, R3

Pivot point dihitung berdasarkan nilai akhir hari yang menerapkan rumus berikut:

pivot = (High + Low + Close) / 3
S1 = (2 * pivot) - High
R1 = (2 * pivot) - Low
S2 = pivot - (R1 - S1)
R2 = pivot + (R1 - S1)
S3 = Low - 2 * (High - pivot)
R3 = High + 2 * (pivot - Low)

Camarilla Pivot Point: S1, S2, S3, R1, R2, R3

Camarilla Pivot Point dihitung berdasarkan nilai akhir hari yang menerapkan formula berikut:

pivot = (High + Low + Close) / 3
R1 = Close + ((High - Low) * 1.1 / 12)
S1 = Close - ((High - Low) * 1.1 / 12)
R2 = Close + ((High - Low) * 1.1 / 6)
S2 = Close - ((High - Low) * 1.1 / 6)
R3 = Close + ((High - Low) * 1.1 / 4)
S3 = Close - ((High - Low) * 1.1 / 4)
R4 = Close + ((High - Low) * 1.1 / 2)
S4 = Close - ((High - Low) * 1.1 / 2)
R5 = Close * High / Low
S5 = 2 * Close - R5

Simple Moving Average

Sebuah moving average dihitung dengan menambahkan harga penutupan mata uang untuk sejumlah periode waktu lalu membagi total ini dengan jumlah periode waktu.

Exponential Moving Average (EMA)

Exponential Moving Average mirip dengan simple moving average, kecuali bobot lebih yang diberikan pada data terakhir, sehingga bereaksi lebih cepat untuk perubahan harga terbaru daripada simple moving average. Perhitungan rata-rata eksponensial periode ak adalah sebagai berikut:

alpha = 2 / (k + 1) EMAinitial = SMA(k) EMAtoday = alpha * ( Closeyesterday - EMAyesterday) + EMAyesterday

Relative Strength Index (RSI)

Indikator Momentum teknis yang membandingkan besarnya keuntungan saat ini dengan kerugian saat ini dalam upaya untuk menentukan kondisi overbought dan oversold sebuah aset. Hal ini dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

U = closetoday - closeyesterday
D = 0

Sama untuk hari-hari penurunan:

U = 0
D = closeyesterday - closetoday

Lalu kita dapat menghitung RS dan RSI:

RS = (EMA[k] of U) /(EMA[k] of D)
RSI = 100 - 100 / (1 + RS)

Dimana RS = Exponential Moving Average of k days' up closes / Exponential Moving Average of k days' down closes.

Pasangan mata uang dianggap overbought ketika RSI mendekati level 70, artinya mungkin menjadi overvalued dan merupakan kandidat yang baik untuk sebuah pullback. Demikian juga, jika pendekatan RSI 30, itu adalah indikasi bahwa aset mungkin menjadi oversold dan karenanya cenderung menjadi undervalued.

Stochastic Oscillator

Indikator momentum teknikal yang membandingkan harga penutupan pasangan mata uang dengan kisaran harga selama jangka waktu tertentu. Kepekaan oscillator terhadap pergerakan pasar dapat dikurangi dengan menyesuaikan jangka waktu atau dengan mengambil moving average sebagai hasilnya. Indikator ini dihitung dengan rumus:

%K = 100 * (CLOSEtoday - LOWlowestNDays) / (HIGHhighestNDays - LOWlowestNDays)

Then the SMA of the Stoch %K across 3 periods:

Then we calculate %D = SMA3 of %K

Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Sebuah indikator yang mengikuti tren momentum yang menunjukkan hubungan antara harga dua exponential moving average. MACD dihitung dengan mengurangi 26-hari exponential moving average (EMA) dari 12-hari EMA. Sebuah EMA sembilan hari dari MACD, disebut "garis sinyal", kemudian diplot di atas MACD, yang berfungsi sebagai sinyal untuk membeli dan menjual.

MACD = EMA[12] of price - EMA[26] of price
signal = EMA[9] of MACD

Average Directional Index (ADX)

Sebuah indikator yang digunakan dalam analisa teknikal untuk menentukan kekuatan dari tren yang berlaku. ADX diukur pada skala antara nol dan 100. Berada diatas 25 mengindikasikan tren yang kuat. ADX tidak digunakan untuk menentukan arah tren tertentu, tapi hanya untuk mengukur kekuatannya.

UpMove = Today's High − Yesterday's High
DownMove = Yesterday's Low − Today's Low
if UpMove > DownMove then +DM = Upmove else +DM = 0
if DownMove > UpMove then -DM = DownMove else -DM = 0

+DI = exponential moving average of +DM divided by Average True Range
-DI = exponential moving average of -DM divided by Average True Range

ADX = EMA(+DM − -DM)

Commodity Channel Index (CCI)

Commodity Channel Index mengukur hubungan antara harga pasangan mata uang, moving aveerage (MA) dari harga aset dan normal deviation (D) dari rata-rata. Hal ini dihitung dengan rumus berikut:

CCI = (pt - SMA(pt)) / (0.015 * sigma(pt) )

Average True Range (ATR)

Average True Range dihitung sebagai 14 periode moving average dari rentang sebenarnya, yang didefinisikan sebagai berikut:

ATR = max(HIGH,CLOSEprevious) − min(LOW,CLOSEprevious)

Pantauan Candlestick

Pantauan pola Candlestick didefinisikan sebagai berikut:

Doji

CLOSEt = OPENt

Piercing Line

OPENt < LOWt-1 and CLOSEt > (OPENt-1 + CLOSEt-1)/2

Dark Cloud Cover

OPENt > HIGHt-1 Y CLOSEt < (OPENt-1 + CLOSEt-1)/2

Engulfing Bullish

HIGHt > HIGHt-1 Y LOWt < LOWt-1 Y CLOSEt > HIGHt-1

Engulfing Bearish

HIGHt > HIGHt-1 Y LOWt < LOWt-1 Y CLOSEt < LOWt-1

Evening Star

OPENt < CLOSEt and Abs(CLOSEt – OPENt) >= candelpips and
Abs(CLOSEt – OPENt) =< candelpips and OPENt >CLOSEt-1 Y CLOSEt >CLOSEt-1 and
OPENt >LOWt-1 and CLOSEt < OPENt and CLOSEt < CLOSEt-2 and CLOSEt >OPENt-2

Morning Star

OPENt > CLOSEt and Abs(CLOSEt – OPENt) >= candelpips and
Abs(CLOSEt – OPENt) <= candelpips and OPENt < CLOSEt-1 and CLOSEt < CLOSEt-1
OPENt >HIGHt-1 and CLOSEt > OPENt and CLOSEt > CLOSEt-2 and CLOSEt < OPENt-2

Shooting Star

Abs(CLOSEt – OPENt) =< candelpips and OPENt >CLOSEt and
OPENt > HIGHt-1 and
(Abs(HIGHt – OPENt) >= 3 * Abs(CLOSEt – OPENt)) and
Abs(OPENt – LOWt) <= uppershadow

Hammer

Abs(CLOSEt – OPENt) <= candelpips and OPENt t and
Abs(OPENt – LOWt) >= 2* Abs(CLOSEt – OPENt) and
Abs(HIGHt – OPENt) <= uppershadow

Harami Bullish

Abs(OPENt – CLOSEt) >= candelpips and OPENt > CLOSEt
Abs(OPENt – CLOSEt) <= candelpips and OPENt < CLOSEt
LOWt-1 < LOWt and HIGHt-1 > HIGHt

Harami Bearish

Abs(OPENt – CLOSEt) >= candelpips and OPENt < CLOSEt and
Abs(OPENt – CLOSEt) <= candelpips and OPENt > CLOSEt and
LOWt-1 < LOWt and HIGHt-1 > HIGHt