Sterling stabil hari ini menjelang negosiasi Brexit antara pemerintah Inggris dan Uni Eropa, yang dapat menjadi katalis berikutnya.

Meski serangkaian kejutan menekan sterling bulan ini, tren penguatan belum berubah. Hasil pemilu legislatif, di mana tidak ada partai yang meraih mayoritas, sempat menghempaskan pound. Namun dengan berhasilnya Perdana Menteri Theresa May mempertahankan pemerintahan dengan didukung partai dari Irlandia Utara, ketidakpastian politik mereda.

Pasar kini menunggu dimulainya negosiasi formal Brexit, yang dapat mempengaruhi masa depan Inggris. Kedua belah pihak akan menentukan bagaimana negosiasi diatur, apakah ada tahap transisi untuk membantu bisnis menyesuaikan diri dengan aturan baru. Kedua belah pihak juga akan membahas bagaimana hak warga Uni Eropa yang hidup di Inggris dan sebaliknya. Salah satu hal yang akan dibahas adalah berapa yang harus dibayar Inggris ke Uni Eropa. Bila mereka mencapai kesepakatan, bisa menjadi pertanda positif.

Sudah setahun sejak Inggris memutuskan lepas dari Uni Eropa. Sepanjang setahun itu, pertumbuhan melambat, inflasi menanjak dan lapangan kerja banyak yang hilang. Posisi London sebagai pusat keuangan juga tergeser karena banyak bank mengalihkan operasional ke kota Eropa seperti Paris dan Frankfurt. Banyak pengamat yang memperkirakan kondisi ekonomi tetap penuh tantangan meski proses negosiasi berjalan mulus.

Sterling diperdagangkan di $1,2776 setelah menguat 0,1% akhir pekan lalu. Sterling rebound sepanjang minggu lalu, namun belum menutup kejatuhan tajam minggu sebelumnya. Pound kini sedang menguji $1,2800-1,2820. Penutupan di atas itu menjaga potensi bullish. Terhadap yen, sterling menguat 0,1% ke 141,85, masih menguji level 142,00-142,20.


EURUSD
eurusd

USDJPY
usdjpy

GBPUSD
gbpusd

USDCHF
usdchf

AUDUSD
audusd