Dollar stabil dalam dua sesi terakhir, tak banyak bergerak atas rival lainnya menjelang konferensi pers Presiden Terpilih Donald Trump yang dapat menentukan arah selanjutnya. Sedangkan aussie menjadi satu-satunya rival dollar yang mampu melawan arah, didukung kenaikan harga komoditas seperti biji besi.

Selama dua bulan terakhir, ekspektasi pemerintahan Trump akan menerapkan kebijakan fiskal ekspansif mengangkat dollar, yield AS dan Wall Street. Prospek stimulus fiskal dan pemotongan pajak, ditambah dengan proses normalisasi kebijakan the Fed menjadi faktor yang mengangkat pamor AS. Yield obligasi naik ke level tertinggi sejak 2014 dan dollar menyentuh level tertinggi sejak 2003.

Tapi dalam beberapa sesi terakhir dollar cenderung koreksi karena aksi ambil untung setelah rentetan penguatan yang tajam. Banyak pemain yang melakukan penyesuaian posisi menjelang konferensi pers Trump untuk mendapat kejelasan bagaimana arah kebijakan yang akan diambil. Pasar ingin melihat bagaimana Trump memenuhi janji kampanyenya.

Dollar bisa menguat kembali bila Trump memberikan penjelasan spesifik mengenai stimulus fiskal, termasuk pemotongan pajak dan pembangunan infrastruktur. Tapi pasar juga menantikan faktor risiko potensial, seperti sikap Trump terhadap China yang dianggapnya sebagai manipulator mata uang. Sikap keras Trump terhadap China dapat membuka ancaman perang dagang, yang dianggap buruk untuk pertumbuhan global.

Indeks dollar berada di 102,16 setelah mampu stabil kemarin. Indeks mampu bertahan di atas support 101,50 dan pola doji yang terbentuk mengindikasikan masih adanya kekuatan. Tapi sentimen negatif bisa memicu bearish breakout ke bawah 101. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 116,10 tak jauh dari penutupan sebelumnya. Level 115-114,80 menjadi penentu apakah dollar lanjut koreksi atas reversal.

Beralih ke aussie, mata uang Australia itu berhasil menguat untuk tiga sesi berturut-turut berkat kenaikan harga biji besi, yang menjadi komoditas andalannya. Dengan meningkatnya permintaan dari China, beberapa kalangan menilai prospek ke depan masih bagus. Penguatan aussie juga didukung oleh selisih suku bunga yang masih unggul dari negara maju lainnya.

Tapi aussie sebenarnya dalam fase retracement setelah jatuh ke level terendah dalam tujuh bulan akhir Desember lalu. Kelanjutan penguatan tergantung seberapa dalam koreksi pada dollar. Rebound greenback bisa mengganggu fase retracemen itu. Aussie menguat 0,1% ke $0,7377 setelah naik 0,1% kemarin.

Rekomendasi

EUR
eurusd

JPY
usdjpy

GBP
gbpusd

CHF
usdchf

AUD
audusd